Nama : wieke chaerunnis
NIM :1801424801
Hari/tanggal : Minggu,15 maret 2015
Mungkin masih ada yang bingun apa sih penyakit kusa itu ?
Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, jaringan dan organ tubuh lain (kecuali otak) dan menimbulkan kecacatan. Meskipun tergolong ke dalam penyakit menular, kusta merupakan penyakit yang tidak mudah menular, karena diperlukan kontak erat secara terus menerus dan dalam waktu yang lama dengan penderita. Penyakit kusta sebenarnya dapat disembuhkan tanpa cacat bila penderita ditemukan dan diobati secara dini.
Kenyataannya, penyakit kusta seringkali ditemukan terlambat dan sudah dalam keadaan cacat yang terlihat. Pada dasarnya, terdapat 2 tingkatan kecacatan penyakit kusta saat ditemukan, yaitu tingkat I dan II. Kecacatan tingkat I adalah cacat yang belum terlihat atau belum ada perubahan pada anatominya. Sementara kecacatan tingkat II adalah sudah terjadi perubahan yang nampak pada anatomi penderita kusta.
Kecacatan yang nampak pada tubuh penderita kusta seringkali tampak menyeramkan bagi sebagian besar masyarakat sehingga menyebabkan perasaan jijik, bahkan ada yang ketakutan secara berlebihan terhadap kusta atau dinamakan leprophobia. Meskipun penderita kusta telah menyelesaikan rangkaian pengobatannya, dinyatakan sembuh dan tidak menular, status predikat penyandang kusta tetap dilekatkan pada dirinya seumur hidup. Inilah yang seringkali menjadi dasar permasalahan psikologis para penyandang kusta. Rasa kecewa, takut, malu, tidak percaya diri, merasa tidak berguna, hingga kekhawatiran akan dikucilkan (self stigma). Hal ini diperkuat dengan opini masyarakat (stigma) yang menyebabkan penderita kusta dan keluarganya dijauhi bahkan dikucilkan oleh masyarakat.
Untuk membantu para penyandang kusta Teach for Indonesia menyelenggarakan srbuah evebt Run for Leprosy 2015 yang dilaksanakan di depan kampus Binus Alam sutra dan acara tersebut bertujuan untuk :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat
2. Melakukan penggalangan daa untuk program microfinancing dan pendidikan
3. Menularkan semangat lari yang sangat positif
Saya juga ikut berpartisipasi daam acara tersebut , dalam acara tersebut di bagi menjadi 2 kategori kategori pelari 5K dan 10K . Para peserta pun mendapatkan race pack yang berisi nomer lari , obat obat dan rute lari .
Para peserta yang ikut pun cukup lumayan banya saya saja peserta ke 5690 acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa binus saja tapi juga bisa dihadiri oleh orang diluar binus.
NIM :1801424801
Hari/tanggal : Minggu,15 maret 2015
Mungkin masih ada yang bingun apa sih penyakit kusa itu ?
Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, jaringan dan organ tubuh lain (kecuali otak) dan menimbulkan kecacatan. Meskipun tergolong ke dalam penyakit menular, kusta merupakan penyakit yang tidak mudah menular, karena diperlukan kontak erat secara terus menerus dan dalam waktu yang lama dengan penderita. Penyakit kusta sebenarnya dapat disembuhkan tanpa cacat bila penderita ditemukan dan diobati secara dini.
Kenyataannya, penyakit kusta seringkali ditemukan terlambat dan sudah dalam keadaan cacat yang terlihat. Pada dasarnya, terdapat 2 tingkatan kecacatan penyakit kusta saat ditemukan, yaitu tingkat I dan II. Kecacatan tingkat I adalah cacat yang belum terlihat atau belum ada perubahan pada anatominya. Sementara kecacatan tingkat II adalah sudah terjadi perubahan yang nampak pada anatomi penderita kusta.
Kecacatan yang nampak pada tubuh penderita kusta seringkali tampak menyeramkan bagi sebagian besar masyarakat sehingga menyebabkan perasaan jijik, bahkan ada yang ketakutan secara berlebihan terhadap kusta atau dinamakan leprophobia. Meskipun penderita kusta telah menyelesaikan rangkaian pengobatannya, dinyatakan sembuh dan tidak menular, status predikat penyandang kusta tetap dilekatkan pada dirinya seumur hidup. Inilah yang seringkali menjadi dasar permasalahan psikologis para penyandang kusta. Rasa kecewa, takut, malu, tidak percaya diri, merasa tidak berguna, hingga kekhawatiran akan dikucilkan (self stigma). Hal ini diperkuat dengan opini masyarakat (stigma) yang menyebabkan penderita kusta dan keluarganya dijauhi bahkan dikucilkan oleh masyarakat.
Untuk membantu para penyandang kusta Teach for Indonesia menyelenggarakan srbuah evebt Run for Leprosy 2015 yang dilaksanakan di depan kampus Binus Alam sutra dan acara tersebut bertujuan untuk :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat
2. Melakukan penggalangan daa untuk program microfinancing dan pendidikan
3. Menularkan semangat lari yang sangat positif
Saya juga ikut berpartisipasi daam acara tersebut , dalam acara tersebut di bagi menjadi 2 kategori kategori pelari 5K dan 10K . Para peserta pun mendapatkan race pack yang berisi nomer lari , obat obat dan rute lari .
Para peserta yang ikut pun cukup lumayan banya saya saja peserta ke 5690 acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa binus saja tapi juga bisa dihadiri oleh orang diluar binus.
Setelah sampai ke finish atau kembali lagi ke binus setiap peserta mendapatkan medali atas simbol pecapaian berhasil kemvali ke garis finish . Dan mendpatkan snack seperti susu , pisang , air mineral dan diacara tersebut juga dibagikan hadiah untuk yang pertama kali sampai ke garis finis .






